Minggu, 06 Januari 2013

Sejarah Sosiologi Ekonomi

Dalam sejarah perkembangan sosiologi ekonomi yang sangat berpengaruh adalah pemikiran merkantilis yang mendominasi eropa sepanjang abad ke-17 dan 18. Pada fase inilah banyak terjadi kolonisasi negara-negara eropa terhadap wilayah asia afrika. Tema pertama kaum merkantilis adalah pandangan bahwa kekayaan suatu negara dianggap sama dengan jumlah uang yang dimiliki oleh negara itu. Mereka mengidentifikasikan uang dengan logam mulia, emas dan perak. Oleh karena mereka menganggap bahwa total kekayaan dunia kurang lebih tetap, maka mereka merasa bahwa keuntungan suatu negara adalah kerugian bagi negara lain. Kaum merkantilis juga berpendapat bahwa kekayaan bertujuan untuk melayani kekuasaan.  

Kritik terhadap pemikiran merkantilis diajukan oleh Adam Smith dalam The Wealth of Nation. Ia mengemukakan bahwa kekayaan suatu bangsa dijumpai dalam basis produksinya, atau dalam kekuatannya untuk menghadirkan barang-barang keperluan, kesenangan, dan kemudahan hidup. Pemikiran ini berlangusng sepanjang abad 19 dan berkembang terutama di Jerman yang dikenal sebagai Historian School. Lawannya Historian School adalah Abstract Analysis yang dipopulerkan oleh Ricardo dan berkembang di Inggris. Historical school memandang bahwa ekonomi tidak terlepas dari elemen sosial masyarakat. Sedangkan Abstract Analysis berpandangan bahwa ekonomi berdiri sendiri dan terpisah dari disiplin lainnya. Pertentangan kedua metode ini hampir dengan cara kekerasan yang diawali di Jerman dan Austria tahun 1880-an dan dikenal sebagai Methodenstreit (pertemuran metode). Pendekatan Abstarct Analysis/Deductive mendapat kemenangan telak.

Sosiologi ekonomi didefinisikan sebagai studi tentang bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap barang dan jasa dengan menggunakan pendekatan sosiologi. Sehingga, sosiologi ekonomi berhubungan dengan dua hal yaitu fenomena ekonomi dan pendekatan sosiologis. 

Analisis sosiologi ekonomi bertitik tolak pada cara pandang terhadap beberapa konsep, yaitu:
-          Konsep aktor
-          Konsep tindakan ekonomi
-          Hambatan pada tindakan ekonomi
-          Hubungan ekonomi dalam masyarakat
-          Tujuan analisis
-          Penerapan metode

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar